KEMAGNETAN BUMI

https://1.bp.blogspot.com

KEMAGNETAN BUMI

 1. Teori Kemagnetan Bumi Teori kemagnetan bumi menyatakan bahwa: “Bumi dapat dianggap sebagai sebuah magnet yang besar, dengan kutub-kutubnya terletak dekat kutub-kutub bumi. Letak kutub utara magnet berada dekat kutub selatan bumi, letak kutub selatan magnet berada dekat kutub utara bumi”.

 2. Sudut Deklinasi Ø Sudut deklinasi adalah sudut yang dibentuk antara arah utara-selatan geografi dengan arah utara-selatan kompas. Ø Daerah khatulistiwa merupakan tempat yang sudut deklinasinya 90o dan deklinasi 0o terjadi pada daerah kutub.

 3. Sudut Inklinasi Ø Sudut inklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh medan magnetik (garis gaya magnetik) di sembarang titik dengan arah horizontal permukaan bumi. Ø Daerah khatulistiwa merupakan tempat yang sudut inklinasinya 0o dan daerah kutub merupakan tempat yang sudut inklinasinya 90o .

 

MEDAN MAGNET DI SEKITAR ARUS LISTRIK


1. Percobaan Oersted Hubungan antara kelistrikan dan kemagnetan dikemukakan pertama kali oleh Hans Christian Oersted (1777 – 1851), ahli fisika dari Denmark. Oersted menyimpulkan bahwa: a. Di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik. b. Arah medan magnetik bergantung pada arah arus listrik yang melalui kawat.

2. Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus Berarus Ø Garis-garis gaya magnetik di sekitar kawat lurus berarus:

a. Membentuk pola lingkaran yang sepusat.

b. Makin jauh dari kawat, makin kecil kuat medan magnetiknya.

c. Makin besar kuat arus listrik melalui kawat lurus, makin besar medan magnetiknya. Ø

Menentukan arah putaran garis-garis gaya magnetik di sekitar kawat lurus berarus digunakan aturan/kaidah tangan kanan, yaitu:

“Bila ibu jari tangan kanan menunjukkan arah arus listrik, maka arah garis gaya magnetik sama dengan arah jari-jari yang digenggamkan”. Ø

Untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan kawat berarus, kawat dapat dililitkan membentuk kumparan disebut solenoida. Untuk menentukan ujung yang menjadi kutub utara dapat digunakan aturan tangan kanan. Ibu jari menunjuk kutub utara.

3.  Elektromagnet Ø Elektromagnet adalah suatu kumparan yang rongga di antaranya disisipi    

     bahan magnetik lunak, seperti besi.

     Elektromagnet mempunyai sifat sebagai berikut:

a. Sifat magnetiknya makin kuat bila lilitan makin banyak dan arus listrik makin besar.

b. Sifat magnetiknya akan hilang sama sekali bila arus listrik diputus.

     c. Kekuatan magnetiknya dapat diubah dengan mengubah kuat arus listrik.

d. Kutub-kutub elektromagnet dapat dibalik.

 

     Tiga cara memperbesar kekuatan elektromagnet:

 a. Menambah jumlah lilitan.

 b. Menggunakan inti dari bahan yang sifat magnetiknya kuat.

 c. Memperbesar kuat arus yang melalui kumparan.

     Elektromagnet paling kuat adalah bentuk tapal kuda karena medan magnetiknya terpusat

     pada celah diantara kedua kutubnya. Ø

Penerapan prinsip elektromagnet pada teknologi: derek sampah besi dan baja, bel listrik, relai magnetik, circuit breaker (pemutus daya listrik), pesawat telepon.